Senin, 07 Mei 2012

Nyeri (Kronis dan Akut)

Pain
Nyeri adalah sensasi tidak menyenangkan yang terjadi pada hewan, diakibatkan oleh luka/cedera yang diterima jaringan tubuh, yang menghasilkan reaksi fisik maupun emosi. Kiranya, sensasi nyeri telah berkembang dalam melindungi tubuh kita dari bahaya, dengan melakukan atau menghindari suatu aksi. Nyeri bisa disebut sebagai pelindung, alat prediksi (prediktor), atau bahkan dianggap sebagai sesuatu yang hanya merepotkan.

Kita semua mengalami nyeri dengan tingkatan yang lebih tinggi atau lebih rendah pada berbagai kesempatan di kehidupan. Bisa dibilang, nyeri adalah penyebab paling umum seorang pasien untuk mencari pertolongan medis. Tetapi, masing-masing dari kita merasakan stimulus nyeri yang mungkin berbeda. Intensitas respon terhadap stimulus nyeri sebagian besar bersifat subyektif, yang berarti kehebatan suatu nyeri dapat dideskripsikan dengan akurat oleh orang yang merasakannya, bukan oleh pengamat lain.



Tanggapan terhadap nyeri yang kita rasakan, bisa bervariasi di waktu yang berbeda-beda, bahkan pada respon pada stimulus yang identik. Contohnya, seorang atlet selama kompetisi berlangsung mungkin tidak dapat merasakan cedera pada jaringan tubuh, atau memar hingga kompetisi selesai. Nyeri yang kita rasakan tergantung pada keadaan jiwa kita (mood), pola tidur, rasa lapar, atau aktivitas.

Nyeri biasanya diklasifikasikan menjadi 2, akut adan kronis. Nyeri akut adalah serangan mendadak dan biasanya merupaka akibat dari penyebab yang jelas, seperti: cedera. Nyeri akut disembuhkan dengan cara menyembuhkan penyebab yang mendasarinya. Nyeri kronis berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan, dan biasanya berhubungan dengan suatu kondisi yang mendasarinya, misal: arthritis. Tingkat keparahan nyeri bisa ringan, sedang, atau berat.

Pengobatan untuk nyeri tergantung pada penyebabnya dan kondisi kesehatan keseluruhan dari pasien. Tujuan utama dari pengobatan nyeri adalah mengembalikan kondisi pasien pada fungsi optimal. Pengobatan untuk nyeri dibagi menjadi 2, medis dan non-medis.

Ada berbagai macam pilihan pengobatan nyeri non-medis termasuk observasi, istirahat, pergangan, latihan, pengurangan berat badan, penggunaan panas atau es, dan macam-macam alternatif lain, seperti akupuntur, chiropractic, pemijatan, manipulasi, stimulasi elektrik, biofeedback, hipnosis dan prosedur pembedahan.

Pengobatan secara medis termasuk 3 jenis obat dasar pereda nyeri (analgesik): Non-opioid drugs, opioid drugs, dan obat yang digunakan untuk melengkapi obat analgesik lain (adjuvant drugs)
  • Non-opioid drugs, termasuk di dalamnya: acetaminophen (Tylenol dan lain-lain), aspirin, dan non-steroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs, seperti Ibuproven/Motrin/Advil, naproxen/Aleve)
  • Opioid drugs, termasuk di dalamnya: Tramadol (Ultracet, Ultram), morphine, hydromorphone (Dilaudid dan lain-lain), codeine (Tylenol #3 dan lainnya), hydrocodone (Vicodine, lortab), methadone, meperidine (Demeril), pentazocine (Talwin), propoxyphene (Darvon), butophanol (Stardol).
  • Adjuvant drugs, sering digunakan untuk tujuan lain. Tetapi juga bisa sangat efektif dalam pengobatan nyeri. Contoh obat nyeri adjuvant: Relaksan otot, obat antidepressan (seperti amitriptyline/Elavil atau duloxetine/Cymbalta), obat anti kejang (seperti carbamazepine/Tegretol, gabapentin/Neurontin), semprotan anestesi topikal, pain patches (Lidoderm dan lainnya), dan  penyumbat saraf dengan anestetik.
Bahkan kafein telah digunakan untuk meningkatkan efek penghilang rasa nyeri dari aspirin dan acetaminophen. Belum ada obat tunggal yang bisa mengobati semua bentuk rasa nyeri.

Akhirnya, berbagai macam kombinasi obat di atas telah sukses digunakan untuk mengobati nyeri. Contohnya, penggunaan es dapat dikombinasikan dengan relaksan otot dan sebuah obat pereda nyeri non-opioid untuk mengobati nyeri punggung. Selain itu, kombinasi berbagai macam obat analgesik dapat memiliki efek adiktif yang mengurangi penderitaan. Pengobatan terbaru banyak tersebar di cakrawala, tetapi cara optimal untuk mengendalikan nyeri adalah komunikasi yang jelas antara dokter dan pasien.

Semoga bermanfaat, salam Hoki !

REFERENCE: MedscapeReference. Chronic Pain Syndrome.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar